Langsung ke konten utama

contact me

ID Line : riskyclara
IG         : clara.riski

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengintegrasian Sarana Pembelajaran

                              Realitas pendidikan kita saat ini masih sarat akan transfer informasi satu arah, dimana guru masih menjadi sentral dari kegiatan pembelajaran. Pola seperti ini hanya akan membuat siswa menelan mentah-mentah apa yang mereka dengar, tanpa ada ketertarikan untuk mengeksplorasi ilmu pengetahuan itu sendiri. Tak jarang bahwa mereka bersekolah hanya untuk sekedar datang dan memenuhi tuntutan yang diberikan padanya. Sehingga dapat  terlihat bahwa gairah ilmu pengetahuan masih belum terpatri dalam diri mereka. Berbagai persoalan bisa melatarbelakangi hal ini, salah satunya adalah berbagai distraksi yang mereka anggap jauh lebih menarik daripada kegiatan belajar mengajar di kelas. Suasana kelas yang monoton bisa memicu kejenuhan yang tak terelakkan, terlebih jika mereka terkadang memang tidak tertarik dengan suatu bahan pembelajaran. Le...

HARI SENIN DI SELASAR

  HARI SENIN DI SELASAR Oleh : Clara Riski Amanda Mereka empat bocah kelas dua sekolah dasar. Tiga laki-laki dan satu perempuan. Di antara mereka, Teguh adalah ketua yang memegang komando. Kalau ada yang berkelahi, Teguh akan pasang badan. Tapi mereka tidak pernah berkelahi, kecuali bila Puja menjahili rambut Sri yang tidak pernah disisir rapi. Sedangkan Gentung lebih suka bercuap-cuap untuk menceramahi ketiga temannya. Mereka anak-anak pedalaman. Kalau mandi mencari sungai, kalau main mencari sawah. Kalau tidak ada PR hitung-hitungan dari Pak Buyung, mereka akan menyabit rumput untuk makanan ternak. Kalau ayah mereka pulang dari laut, mereka akan menunggu di pesisir hingga hari petang untuk menyambut ratusan kilogram ikan segar. Kalau ibu mereka pulang dari ladang, mereka akan berebut mengangkat karung-karung berisi cabai dan bawang yang lebih besar ukurannya daripada badan. Kalau berangkat sekolah, mereka akan berjalan kaki dengan sepatu yang dikaitkan ke leher. Gentung b...

“COVID-19 DI INDONESIA DALAM FRAME LUKISAN SUREALIS, DI MANA PERAN PEMUDA?”

“COVID-19 DI INDONESIA DALAM FRAME LUKISAN SUREALIS,  DI MANA PERAN PEMUDA?” Oleh : Clara Riski Amanda PENDAHULUAN           Sebuah lukisan surealis berjudul “Golconda” karya seorang seniman kenamaan Belgia abad 20, Rene Magritte, menggambarkan suatu berntuk realitas di kehidupan kelas menengah. Meminjam istilah yang dipakai Gamal Thabroni, lukisan ini memang diperuntukkan bagi mereka –orang yang kurang miskin untuk disubsidi pemerintah, namun tidak mampu membeli kebutuhan pokok–  yang menghabiskan uangnya untuk bertahan hidup.           Pandemi luar biasa yang sedang dunia hadapi saat ini, barangkali bisa menjadi sebuah replika yang mirip dengan ungkapan Magritte, tentang kehidupan yang harus tetap dilangsungkan, dan kelas menengah yang harus keluar dari –apa yang diistilahkan Gamal sebagai– “pemikiran generiknya”.     ...