Langsung ke konten utama

Postingan

HARI SENIN DI SELASAR

  HARI SENIN DI SELASAR Oleh : Clara Riski Amanda Mereka empat bocah kelas dua sekolah dasar. Tiga laki-laki dan satu perempuan. Di antara mereka, Teguh adalah ketua yang memegang komando. Kalau ada yang berkelahi, Teguh akan pasang badan. Tapi mereka tidak pernah berkelahi, kecuali bila Puja menjahili rambut Sri yang tidak pernah disisir rapi. Sedangkan Gentung lebih suka bercuap-cuap untuk menceramahi ketiga temannya. Mereka anak-anak pedalaman. Kalau mandi mencari sungai, kalau main mencari sawah. Kalau tidak ada PR hitung-hitungan dari Pak Buyung, mereka akan menyabit rumput untuk makanan ternak. Kalau ayah mereka pulang dari laut, mereka akan menunggu di pesisir hingga hari petang untuk menyambut ratusan kilogram ikan segar. Kalau ibu mereka pulang dari ladang, mereka akan berebut mengangkat karung-karung berisi cabai dan bawang yang lebih besar ukurannya daripada badan. Kalau berangkat sekolah, mereka akan berjalan kaki dengan sepatu yang dikaitkan ke leher. Gentung b...
Postingan terbaru

Efek Domino Kebijakan Normal Baru

Oleh : Clara Riski Amanda Menteri Keuangan Sri Mulayani dalam suatu diskusi virtual mengatakan bahwa pandemi COVID-19 telah mengamplifikasi permasalahan kesehatan menjadi berbagai permasalahan lain, seperti sosial, ekonomi, keuangan, dan politik. Fenomena ini dikenal sebagai ‘efek domino’. Perluasan masalah tersebut merupakan buntut dari ketidaksiapan di awal masa pandemi yang dirasakan hampir seluruh negara di dunia. Perbedaan respon masing-masing negara dapat mempengaruhi keberhasilannya dalam menanggulangi pandemi. Hal tersebut menunjukkan bahwa efektivitas suatu kebijakan mempengaruhi efek domino yang dihasilkan. Rochman Achwan mengumpamakan pandemi sebagai sinar rontgen yang mampu men- scanning semua organ tubuh suatu negara. Kekuatan dan kelemahan institusi politik, ekonomi, dan masyarakat menjadi lebih transparan dan terbuka. Lebih lanjut, Achwan mengatakan bahwa kehadiran pandemi, bencana, dan krisis besar mampu mengungkap dengan jelas kedalaman dan keluasan penderitaan man...

“COVID-19 DI INDONESIA DALAM FRAME LUKISAN SUREALIS, DI MANA PERAN PEMUDA?”

“COVID-19 DI INDONESIA DALAM FRAME LUKISAN SUREALIS,  DI MANA PERAN PEMUDA?” Oleh : Clara Riski Amanda PENDAHULUAN           Sebuah lukisan surealis berjudul “Golconda” karya seorang seniman kenamaan Belgia abad 20, Rene Magritte, menggambarkan suatu berntuk realitas di kehidupan kelas menengah. Meminjam istilah yang dipakai Gamal Thabroni, lukisan ini memang diperuntukkan bagi mereka –orang yang kurang miskin untuk disubsidi pemerintah, namun tidak mampu membeli kebutuhan pokok–  yang menghabiskan uangnya untuk bertahan hidup.           Pandemi luar biasa yang sedang dunia hadapi saat ini, barangkali bisa menjadi sebuah replika yang mirip dengan ungkapan Magritte, tentang kehidupan yang harus tetap dilangsungkan, dan kelas menengah yang harus keluar dari –apa yang diistilahkan Gamal sebagai– “pemikiran generiknya”.     ...