Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2020

“COVID-19 DI INDONESIA DALAM FRAME LUKISAN SUREALIS, DI MANA PERAN PEMUDA?”

“COVID-19 DI INDONESIA DALAM FRAME LUKISAN SUREALIS,  DI MANA PERAN PEMUDA?” Oleh : Clara Riski Amanda PENDAHULUAN           Sebuah lukisan surealis berjudul “Golconda” karya seorang seniman kenamaan Belgia abad 20, Rene Magritte, menggambarkan suatu berntuk realitas di kehidupan kelas menengah. Meminjam istilah yang dipakai Gamal Thabroni, lukisan ini memang diperuntukkan bagi mereka –orang yang kurang miskin untuk disubsidi pemerintah, namun tidak mampu membeli kebutuhan pokok–  yang menghabiskan uangnya untuk bertahan hidup.           Pandemi luar biasa yang sedang dunia hadapi saat ini, barangkali bisa menjadi sebuah replika yang mirip dengan ungkapan Magritte, tentang kehidupan yang harus tetap dilangsungkan, dan kelas menengah yang harus keluar dari –apa yang diistilahkan Gamal sebagai– “pemikiran generiknya”.     ...

CERPEN : Tanjak dari Negeri Jiran

  Tanjak dari Negeri Jiran Oleh : Clara Riski Amanda Gala  yang  mengantarnya pulang.      Tanah-tanah sudah ditandai. Di bawah pohon kamboja itu, Datuk yang dihormati sudah memutuskan. Sepetak untuk suku Koto, sepetak untuk suku Jambak, sepetak untuk suku Malinsiang, dan seterusnya untuk semua suku yang ada. Dalam adat Minang, memang biasanya orang-orang yang meninggal akan dimakamkan sesuai suku asli ibunya. Bila ayahmu orang Chaniago, Sedangkan Ibumu orang Tanjung, maka kelak kau akan dimakamkan bersama ibumu dan leluhur Tanjung lainnya. Sedangkan ayahmu akan kembali ke keluarga ibunya, nenekmu, untuk beristirahat bersama orang-orang Chaniago pula. Demikianlah keteraturan yang turun-temurun diajarkan, sehingga suku adalah keluarga, suku adalah tempat kau ‘pulang’, suku adalah pembatas siapa-siapa saja yang diperkenankan untuk kau nikahi, suku artinya sedarah. Tapi kini sekat-sekat antara tanah perkuburan suku jadi s...